Hukum Islam


METODE PENGGUNAAN RU’YAH DAN HISAB

DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERSATUAN UMAT

Ahmad Zain An Najah, MA *

MUQODDIMAH

Era globalisasi yang kita rasakan saat ini, menuntut semua pihak untuk bisa mengimbanginya dan memanfaatkannya demi kemaslahatan manusia. Umat Islam sebagai umat penengah ( umatan wasathon ) dan pemberi kesaksian kepada umat manusia di alam ini, tentunya , lebih berkompeten di dalam menghadapi serta memanfaatkan isu globalisasi untuk maslahat bangsa, negara serta umat manusia secara menyeluruh. Apalagi agama Islam diturunkan di bumi ini sebagai rohmatan lil ‘alamin, menjadi rohmat dan penyejuk manusia secara keseluruhan.

Dalam hal ini, Persyerikatan Muhammadiyah yang merupakan organisasi kemasyarakatan yang mempunyai pengaruh besar dan luas pada penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam tersebut, telah menempatkan dirinya sebagai organisasi yang beraliran moderat dan cenderung untuk menjadi ajang perekat umat. Maka, sangatlah tepat , jika para pimpinannya, sejak berdirinya syarikat ini hingga hari ini terus dan senantiasa tiada henti- hentinya mensosialisasikan manhaj “wasathon “ ( penengah ) di dalam beragama , bersikap dan mengambil kebijaksanaan. Sehingga, hari demi hari, semakin kuat eksistensi dan keberadaanya di tengah- tengah masyarakat Indonesia, apalagi di saat- saat bangsa ini mengalami berbagai benturan dan ujian, seperti krisis multidemensi yang di alami oleh bangsa Indonesia akhir- akhir ini. Peran persyerikatan Muhammadiyah di dalam mengarahkan dan membimbing masyarakat, serta memberikan solusi- solusi yang riil, untuk bisa keluar dari kungkungan krisis ini sungguh sangat dirasakan oleh banyak kalangan.

Peran dan sepak terjang Muhammadiyah yang di rasa telah banyak memberikan dampak positif pada bangsa tersebut, tidak boleh berhenti sampai di situ saja, akan tetapi harus di lanjutkan oleh generasi- generasi penerus Persyarikatan ini. Apalagi masa dan waktu yang akan terus bergulir , dan keadaanpun akan terus berkembang dan berubah, sehingga problematika umat yang menjadi tugas Persyerikatan untuk mencarikan solusinyapun akan terus bertambah dan bervariasi. (lebih…)

QADHI HUSAIN

DAN PENGARUHNYA DALAM BIDANG FIQH

Ahmad Zain An Najah, MA *

MUQADDIMAH

       

      Islam merupakan agama peradaban. Bahkan peradaban Islam merupakan peradaban terbesar sepanjang sejarah kehidupan manusia. Islam merupakan agama yang selalu mengajak umatnya agar selalu aktif dan proaktif terhadap fenomena kehidupan yang terjadi di sekitarnya mereka.  Menganjurkan kepada pemeluknya untuk selalu ber-inofatif dan kreatif dalam segala bidang. Sehingga, tak ayal dalam waktu beberapa abad saja, Islam sudah menjadi agama peradaban terbesar di dunia dan meninggalkan jutaan karya-karya ilmiyah dan seni untuk generasi manusia masa depan.

   Para ulama Islampun berlomba-lomba untuk menghadirkan sesuatu yang terbaik dan manfaat untuk kehidupan manusia ini dengan menulis ilmu-ilmu yang mereka miliki di dalam  bentuk berjilid-jilid buku. Dalam bidang fiqh umpamanya : masing-masing ulama di dalam empat madzab telah menulis karya-karya fiqh mereka dalam ratusan jilid. Sehingga, siapa saja yang ingin konsen dalam bidang fiqh akan berhadapan dengan ratusan bahkan ribuan jilid buku fiqih dari berbagai madzhab . Sangat sedikit sekali dari generasi sekarang yang mampu menelaah semua buku-buku tersebut dengan sempurna. Bahkan banyak karya-karya tulis para ulama tersebut, sampai saat ini masih belum ditemukan atau masih berbentuk manuskrip. Walaupun penelitian-penelitian terhadap manuskrip tersebut masih terus dilakukan dab berlanjut terus , akan tetapi tetap saja, masih banyak dari manuskrip tersebut yang belum terjamah oleh tangan- tangan mereka (lebih…)

SEKILAS TENTANG

HUKUM WARISAN DALAM ISLAM

Ahmad Zain An Najah , MA

 

Allah Berfirman : “ Allah telah mensyre’atkan kepadamu ( tentang pembagian pusaka ) untuk anak- anakmu, yaitu : bagian  anak laki- laki sama dengan dua bagian anak perempuan  “ ( Q. S. Al Nisa’ : 11 ) 

Sebab turunnya ayat :

Berkenaan dengan Jabir ibnu Abdillah yang dibesuk oleh Rosululah  bersamam Abu Bakar  da Bani Salamah, ketika ia sakit dan tidak sadarkan diri. Rosulullah meminta air lalu mengambil air wudlu, kemudian memercikan air kepadanya,  lalu ia sadarkan diri. Setelah itu, Jabir bertanya kepada Rosulullah saw perihal hartanya, maka turunlah ayat ini[1]. Di sana banyak riwayat- riwayat lain tentang turunnya ayat di atas ,namun untuk sementara, riwayat Jabir  tersebut , dirasa sudah cukup untuk mewakili. (lebih…)

PEMIMPIN RUMAH TANGGA,

HAK PATEN LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN  ?

 

Ahmad Zain An Najah , MA

 

Penulis merasa heran, ketika mendapati sebagian keluarga di Mesir sini, ternyata yang memegang tampuk kepemimpinan keluarga adalah seorang perempuan ,  walaupun itu tidak mutlak, artinya bisa saja itu tidak disepakati secara resmi, namun sangat sering penulis , mendapatkan seorang laki- laki ( suami ) merasa mlinder dan takut untuk berbicara kebenaran atau sekedar berbicara ataupun ketika memutuskan sesuatu yang sebetulnya menjadi wewenangnya ketika istrinya ada di depannya. Itu ternyata , setelah di teliti , walau secara sekilas, di dapatkan bahwa salah satu faktor penyebabnya adalah , karena seorang istri  lebih kaya dari suaminya, sehingga dengan hartanya , dia leluasa untuk mengatur suami dan keluarganya. Atau sang istri terlalu cantik di banding suaminya yang biasa- biasa saja, sehingga sang suami  selalu kawatir kalau istrinya yang cantik ini marah dan minta cerai. Ataupun sang istri  tersebut, selain cantik,  juga jauh lebih muda di banding suaminya yang sudah loyo dan lanjut usia. Faktor- faktor tersebut ternyata , sedikit banyak mempengaruhi kejiwaan relasi dan hubungan antara suami istri, sekaligus membuat suami merasa mlinder dan takut dengan istrinya.  Ditambah kebodohan sang suami terhadap ajaran agamanya . Kasus tersebut , menunjukkan betapa telah terjadi pergeseran nilai di dalam masyarakat. (lebih…)

MELURUSKAN PEMAHAMAN

TENTANG HUKUM POLIGAMI

( 2 )

Ahmad Zain An Najah , MA

Hikmah- hikmah dibalik Poligami

Paling tidak, ada tiga bentuk maslahat yang bisa di dapat dari dibolehkanya poligami sampai empat istri.[1] :

Maslahat sosial : yaitu melonjaknya jumlah perempuan jauh di atas jumlah laki-laki. Menurut data statistik Finladia, disebutkan bahwa setiap empat bayi yang lahir, maka tiga diantaranya adalah perempun, sedang sisanya adalah laki- laki. Menurut salah satu sumber yang dipercaya, bahwa jumlah wanita Indonesia 68 %, dan pria hanya 32 %. Bahkan, di AS jumlah perempuan delapan kali lebih banyak daripada laki-laki. Di Guena ada 122 perempuan untuk 100 laki-laki. Nathan and Julie Here Hare di dalam Crisis in Black Sexsual Politics mengungkapkan bahwa di AS ada krisis gender pada masyarakat kulit hitam. Satu dari 20 pria kulit hitam meninggal dunia sebelum berumur 21 tahun. Bagi yang berumur 20-35, penyebab kematian utama adalah pembunuhan. Di samping itu banyak laki-laki kulit hitam yang tidak punya pekerjaan, dipenjara atau kecanduan obat “. Bahkan Philip L. Kilbridge di dalam tulisannya , Plural Marriage for Our Times mengatakan : “ Akibatnya satu dari 4 perempuan kulit hitam, pada umur 40 tidak pernah menikah, dan pada perempuan kulit putih terdapat satu dari 10 perempuan tidak pernah menikah pada usia yang sama. Banyak perempuan kulit hitam menjadi single mother sebelum usia 20 tahun. Akibat ketimpangan dalam man-sharing, perempuan-perempuan ini banyak yang kemudian berselingkuh dengan laki-laki yang sudah menikah “ [2] Ini dalam keadaan damai. (lebih…)

MELURUSKAN PEMAHAMAN

TENTANG HUKUM POLIGAMI

( 1 )

Ahmad Zain An Najah , MA

Orang – orang Barat yang fanatik, menyerang Islam dengan terang- terangan dan menjadikan isu poligami sebagai bentuk penghinaan dan diskriminasi terhadap perempuan. Padahal dalam masalah poligami , Islam tidaklah sendirian, agama Yahudi sendiri justru membolehkan poligami, bahkan tanpa batas. Para Nabi yang disebutkan di dalam Taurat semuanya, tanpa terkecuali mempunyai isti lebih dari satu, bahkan disebutkan di dalam Taurat bahwa nabi Sulaiman mempunyai 700 istri merdeka dan 300 budak. Bahkan , bangsa- bangsa terdahulu telah mempraktekan konsepsi poligami, seperti bangsa Atsin, Cina, India, Babilion dan Atsur dan Mesir. Pada bangsa- bangsa tersebut poligami tidaklah di batasi sampai empat seperti yang ada dalam ajaran Islam. Dalam perundang- undangan Bangsa Cina dahulu, seorang laki- laki di perbolehkan berpoligami sampai 130 perempuan. Bahkan beberapa penguasa Cina memiliki 30.000 istri. [1] (lebih…)

CATATAN RINGAN TENTANG

JILBAB DAN CADAR

Ahmad Zain An Najah, MA*

 

Akhir- akhir ini bentuk pakaian, sering dibicarakan orang, bahkan oleh sebagian orang, bentuk dan mode pakaian dinilai sebagai barometer keimanan, atau ciri khas dari kelompok tertentu. Pandangan semacam ini, mungkin saja ada benarnya, walaupun tidak secara mutlak. Seseorang yang berpakaian compang-camping dan tidak terurus, menandakan bahwa dia adalah orang miskin atau orang gila. Kalau kita dapatkan seseorang menggunakan pakaian jaket yang tebal, kita akan menduga bahwa dia sedang kedinginan. Ketika seseorang hendak pergi ke kantor ataupun sekolah, tentunya dia akan menggunakan pakaian kantor ataupun seragam sekolah, dan masing-masing tingkatan dalam sekolah mempunyai ciri khas tertentu. Begitu juga polisi yang bertugas, dan tentara yang sedang latihan, masing-masing mengenakan seragam yang sesuai dengan tugasnya masing-masing.

(lebih…)