Catatan Harian


BANYAK JALAN MENUJU AL AZHAR

DR. Ahmad Zain An Najah, MA

Majalah Sinar Muhammadiyah.- Edisi 42, 14 Nopember 2007 Pertama kali, sebelum sekolah di luar negri, banyak pihak yang menawarkan saya untuk melanjutkan sekolah di dalam negeri. Kebetulan pada waktu itu, saya tidak tertarik untuk melanjutkan sekolah kecuali ke luar negri, khususnya Timur Tengah. Selain untuk mencari pengalaman dan suasana baru, saya ingin belajar Islam di pusatnya langsung. Pertama kali tawaran yang datang adalah ke Kuwait, namun prosesnya menjadi gagal , karena terjadi perang Teluk . Setelah beberapa tahun berikutnya, datang tawaran ke Madinah tepatnya di Universitas Islam Madinah, dan alhamdulillah prosesnya lancar. Di Madinah, saya sempat belajar selama empat tahun, dan alhamdulillah dapat lulus dengan nilai terbaik untuk mahasiswa Indonesia dan Asean, walaupun masih dibawah mahasiswa-mahasiswa Arab. Namun, walaupun begitu, saya tidak ada kesempatan untuk melanjutkan pada jenjang selanjutnya, karena pada waktu itu Universitas Islam Madinah belum menerapkan sistem keterbukaan di dalam menerima mahasiswa pasca sarjana. Dasar pilihannya adalah loyalitas dan lobi. Alhamdulillah, setelah beberapa tahun berikutnya sampai sekarang, mulai diterapkan kebijaksaan baru dengan membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin melanjutkan pasca sarjana melalui ujian tulis dan lisan, walaupun masih ada pengaruh loyalitas dan lobi. (lebih…)

KEKUATAN ORANG – ORANG LEMAH

Ahmad Zain An Najah, MA

Seseorang yang ditaqdirkan oleh Allah menjadi orang yang lemah, baik itu karena badannya tidak kuat dan sering sakit-sakitan, atau karena miskin tidak punya harta, ataupun karena menjadi wong cilik dan rakyat biasa, hendaknya tidak perlu mlinder dan malu, serta merasa rendah. Karena Allah-lah yang telah menentukan keadaannya demikian. Yang terpenting baginya adalah berusaha sekuat tenaga untuk beribadah kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Itulah hakikat ketaqwaan. Kalau dia berusaha selalu istiqomah di dalam ketaqwaan tersebut, niscaya kedudukannya menjadi mulia di sisi Allah, walaupun di dunia ini tidak dihargai oleh manusia. Orang –orang yang lemah , tetapi tetap istiqomah dengan ketaqwaan-nya tersebut ternyata mempunyai kelebihan-kelebihan yang diberikan Allah kepada mereka . Diantara kelebihan- kelebihan tersebut adalah :

1/ Kalau ia bersumpah kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan sumpahnya.Rosulullah saw bersabda :“ Barangkali orang yang rambutnya semrawut dan bajunya berdebu, serta selalu ditolak jika bertamu, jika ia bersumpah kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya “ ( HR Muslim )

Maksudnya adalah orang yang miskin yang tidak punya minyak rambut untuk merapikan rambutnya dan tidak punya baju banyak, sehingga kelihatannya lusuh serta tidak punya jabatan, sehingga sering diremehkan orang. Tetapi orang miskin dan lemah ini tetap istiqomah dengan ajaran Islam, maka jika ia bersumpah kepada Allah, niscaya Alah akan mengabulkannya. Karena walaupun dia kelihatan hina di mata manusia, tetapi dia adalah makhluk Allah yang sangat mulia di sisi-Nya sehingga dipenuhi permintaannya. (lebih…)

QADHI HUSAIN

DAN PENGARUHNYA DALAM BIDANG FIQH

Ahmad Zain An Najah, MA *

MUQADDIMAH

       

      Islam merupakan agama peradaban. Bahkan peradaban Islam merupakan peradaban terbesar sepanjang sejarah kehidupan manusia. Islam merupakan agama yang selalu mengajak umatnya agar selalu aktif dan proaktif terhadap fenomena kehidupan yang terjadi di sekitarnya mereka.  Menganjurkan kepada pemeluknya untuk selalu ber-inofatif dan kreatif dalam segala bidang. Sehingga, tak ayal dalam waktu beberapa abad saja, Islam sudah menjadi agama peradaban terbesar di dunia dan meninggalkan jutaan karya-karya ilmiyah dan seni untuk generasi manusia masa depan.

   Para ulama Islampun berlomba-lomba untuk menghadirkan sesuatu yang terbaik dan manfaat untuk kehidupan manusia ini dengan menulis ilmu-ilmu yang mereka miliki di dalam  bentuk berjilid-jilid buku. Dalam bidang fiqh umpamanya : masing-masing ulama di dalam empat madzab telah menulis karya-karya fiqh mereka dalam ratusan jilid. Sehingga, siapa saja yang ingin konsen dalam bidang fiqh akan berhadapan dengan ratusan bahkan ribuan jilid buku fiqih dari berbagai madzhab . Sangat sedikit sekali dari generasi sekarang yang mampu menelaah semua buku-buku tersebut dengan sempurna. Bahkan banyak karya-karya tulis para ulama tersebut, sampai saat ini masih belum ditemukan atau masih berbentuk manuskrip. Walaupun penelitian-penelitian terhadap manuskrip tersebut masih terus dilakukan dab berlanjut terus , akan tetapi tetap saja, masih banyak dari manuskrip tersebut yang belum terjamah oleh tangan- tangan mereka (lebih…)

PERGESERAN NILAI

PADA BULAN ROMADLON DI MESIR

Ahmad Zain An Najah, MA

 

       Alhamdulillah wassholatu wassalamu ala rosulillah wa ba’du :Bulan Romadlon adalah bulan yang mulia dan penuh berkah. Seorang muslim yang baik, hendaknya tidak menyia-nyiakan kesempatan yang penuh barakah ini, untuk meraih pahala sebanyak- banyaknya, agar kemudian bisa merebut predikat ” Al Muttaqin “. Namun perlu dicatat, bahwa semua amalan yang diterima disisi Allah adalah yang telah memenuhi 2 syarat ; pertama : amalan tersebut harus diniatkan karena Allah semata, sedang yang kedua : harus sesuai dengan tuntuan Rosulullah saw.  Alangkah baiknya kita perhatikan pesan seorang ulama yang sangat zuhud, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, beliau mengatakan: “  Seharusnya perhatian seorang muslim lebih tertuju kepada  perbaikan amal, dari pada memperbanyak amal itu sendiri“  . wasiat itu mengandung pesan bahwa amalan yang bagaimanapun banyaknya , kalau tidak benar maka tidak akan diterima disisi Allah.Oleh karenanya sangatlah penting bagi kita sebelum masuk bulan Romadlon untuk mengetahui amalan2  yang kurang sesuai dengan tuntunan Islam, untuk kemudian kita jauhi dan menggantikannya dengan amalan yang sesuai dengan tuntunan Islam.

        Dalam tulisan yang ringkas ini, penulis akan paparkan beberapa amalan, yang mungkin di yakini kebenarannya oleh kebanyakan orang, akan tetapi pada kenyataannya amalan tersebut bertentangan dengan As Sunnah. Atau kebiasan –kebiasaan yang mungkin tidak di sadari pelakunya, bahwa hal itu tidak sesuai dengan tujuan puasa itu sendiri. (lebih…)