Putra Indonesia,Kembali Raih Summa Cumlaude di Al Azhar

Senin, 05 Nopember 2007

Ahmad Zein An Najah, putra Solo, Jawa Tengah meraih predikat Summah Cumlaude di Universitas Al-Azhar, Kairo.  Semakin kaya ilmuwan Indonesia

Hidayatullah.com—Berbinar-binar wajah Ahmad Zein An Najah. Ujian desertasinya yang diselenggarakan pada beberapa waktu lalu, tepatnya, Ahad, (21/10) di gedung Fakultas Dirasat Al Islamiyah Universitas Al Azhar Kairo menyedot perhatian para pelajar.

Hingga gedung yang memiliki daya tampung sekitar 50 orang itu penuh sesak. Tidak hanya para pelajar Indonesia saja yang ingin mengikuti proses ujian itu, beberapa mahasiswa Afrika dan Mesir pun nampak terlihat.

Tidak seperti ujian desertasi pada umumnya, pada ujian kali ini tidak banyak diwarnai perdebatan dan adu argumentasi, sehingga suasana ujian terasa hening, sebagaimana keterangan Rosyad, salah satu pelajar yang mengikuti proses itu.

Dengan waktu yang cukup singkat, yakni antara pukul 11.00 hingga 1.30 Ahmad Zein An Najah berhasil melalui ujian atas desertasinya yang berjudul “Qadhi Al-Husayn wa Atsaruhu al-Fiqhiyah” dengan lancar, hingga ia memperoleh nilai summa cumlaude.

Suatu hal yang maklum bahwa meraih gelar doktor di Universitas Al Azhar bukanlah hal yang mudah, maka ketika Hidayatullah.com bertanya, bagaimana ia bisa tetap bertahan hingga mampu menyelesaikan program doktoral, Ahmad Zein menjelaskan, bahwa ia juga mengalami banyak kendala, hingga program doktoralnya sempat terhenti selama dua tahun dikarenakan konsentrasi kepada keluarga, serta kesulitan mencari rujukan yang masih berupa manuskrip yang berada di luar Mesir dan tidak tahu di mana tempatnya, akan tetapi semua masalah itu akhirnya bisa teratasi.

Kepada www.hidayatullah.com Zein, mengaku bahwa kemudahan-kemudah itu ia rasakan setelah kelahiran anaknya yang ke tiga.

“Anak kecil yang mungkin kita anggap paling lemah tersebut, justru yang membawa berkah dalam keluarga dan studi saya, – tentunya dengan izin Allah swt-, sehingga mengantarkan saya ke meja sidang ujian Disertasi dengan nilai yang memuaskan.”

Laki-laki berwajah kalem ini sengaja memilih tema seputar Qadhi Husain dan pemikirannya dikarenakan tema ini berhubungan dengan thesisnya, yaitu tahqiq manuskrip Al Bayan, karya ‘Umrani, salah satu ulama Madzhab Syafi’i dan Qadhi Husain adalah senior beliau. Ia juga menilai bahwa tema-tema itulah yang mendapat prioritas di Universitas Al Azhar.

Ketika ditanya tentang rencana selanjutnya, laki-laki ketua perwakilan DDII di Mesir ini menjawab,”Rencana saya selanjutnya adalah pulang ke tanah air dan berbakti kepada orang tua yang sudah lama saya tinggal. Selain itu, saya berniat untuk terjun dalam dunia dakwah dan menyampaikan ilmu-ilmu yang pernah saya dapatkan selama ini”.

Semoga kehadirannya di Indonesia memberi kontribusi kemajuan ilmu keislaman, terutama dalam bidang fiqih yang selama ini ia geluti, sehingga wilayah yang satu ini tidak sampai diisi oleh mereka yang bukan ahlinya. [thoriq/cha/www.hidayatullah.com]