November 2007


Ratusan Mahasiswa Hadiri Bedah Disertasi Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PCIM

ww.pcim.pandela.net ” Wah, wah…luar biasa acaranya meriah sekali”, demikian komentar singkat Yasir Mukhtar Ismail yang menjadi peserta sekaligus merangkap panitia dalam acara bedah disertasi Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PCIM Kairo Mesir, Dr. Ahmad Zain An-Najah. Acara ini memang mendulang sukses yang besar. Tak kurang dari seratus lima puluh peserta sore itu memadati auditorium Griya Jawa Tengah guna menyaksikan bedah disertasi yang jarang sekali terjadi di lingkungan mahasiswa Mesir. Acara bedah disertasi yang berlangsung pada hari Ahad tanggal 18/11/2007  ini diselenggarakan berkat kerjasama empat organisasi masisir (baca: mahasiswa Indonesia Mesir) sekaligus, yaitu PCIM di mana Ustad Zen, sapaan akrab beliau, menjabat sebagai ketua Majelis Tarjih dan Tajdid, perhimpunan mahasiswa yang berasal dari Jawa Tengah yang dinamakan KSW (Kelompok Studi Walisongo), KMM (Kerukunan Mahasiswa Minangkabau), dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia di mana beliau sendiri adalah ketua umumnya (lebih…)

Iklan

TRIK-TRIK BELAJAR DI AL AZHAR

Buletin Prestasi, edisi 76, November 2007. Dr. Zain An Najah, MA adalah wisudawan pasca sarjana yang berhasil menyelesaikan program Disertasi dengan predikat Summa Cum Laude. Tepat tanggal 21 Oktober 2007, Pria bernama asli Ahmad Zain An Najah menerima gelar kebesaran Doktor di bidang Syare’ah Universitas Al Azhar. Sebelum menyelesaikan tesis dalam satu jurusan di universitas Al Azhar, ayah dari tiga anak ini menempuh program sarjana di Fakultas Syare’ah Universitas Madinah Saudi Arabia ( 1992-1996 ) . Ketua Perwakilan Dewan Dakwah Indonesia sekaligus tokoh senior yang berpengaruh di KSW tengah sibuk menjadi konsultan tetap beberapa rubrik majalah dan pengisi tetap Kajian Ke Islaman Radio Jerman- Kairo. Kru buletin ” Prestasi ” berhasil mewancarai beliau di kediamannya dalam menyambut mahasiswa baru plus trik-trik belajar ala ustadz Zain An Najah. Berikut kutipan wawancaranya : (lebih…)

Satu lagi Doktor Indonesia lahir dari rahim Al-Azhar

Majalah Media Dakwah . 21 Oktober 2007 menjadi hari yang bersejarah bagi mahasiswa Indonesia di Mesir, pasalnya mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar Cairo berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang Syariah dengan judul disertasi “Al-Qadhi Husain wa Atsaruhu Al-Fiqhiyah”.

Adalah Ahmad Zain An-Najah kelahiran Klaten yang pernah mengaji di bawah asuhan Syeikh Utsaimin (1994) selepas mesantren di Al-Mukmin dan juga seorang Ketua Perwakilan DDII Mesir (2006-2009) ini berhasil mempertahankan disertasinya yang dibimbing oleh pakar fikih perbandingan (fiqh muqarin) Prof. Abdullah Said serta Prof. Ahmad Karima di hadapan sidang penguji yang terdiri dari Prof. Sa’duddin Hilaly dan Prof. Ibrahim Badawi dan dinyatakan lulus dengan predikat “martabah as-syaraf al-ulaa” alias summa cumlaude (penghargaan tingkat pertama).

Berikut petikan wawancara Media Dakwah dengan Dr. Ahmad Zein An-Najah seputar singkat disertasi doktoralnya serta permasalahan fikih, mengingat posisi beliau sebagai pakar syariah. (lebih…)

Nilai-Nilai Tauhid Dalam Ibadah Haji

Dr. Ahmad Zain An Najah, MA

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima, seorang muslim yang secara finansial cukup dan secara fisik mampu, wajib baginya untuk segera melaksanakan kewajiban ini. Ibadah haji mempunyai banyak keutamaan, diantaranya adalah apa yang disebutkan oleh Rosulullah saw dalam beberapa hadistnya :

Pertama : Haji Mabrur pahalanya adalah syurga, sebagaimana hadist di bawah ini :

عن أبي هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما ، والحج مبرور ليس له جزاء إلا الجنة

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rosulullah saw bersabda : “  Umrah sampai umrah berikutnya merupakan  kaffarat ( penebus dosa ) yang dilakukan antara keduanya , dan haji mabrur tidak ada pahalanya kecuali syuga ( HR Bukhari dan Muslim )

Kedua : Haji Mabrur akan dihapus segala dosanya selama ini, sebagaimana hadist di bawah ini :

عن أبي هريرة رضى الله عنه ، قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : من حج فلم يرفث ولم يفسق ، رجع كيوم ولدته أمه

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya ia berkata: Saya pernah mendengar Rosulullah saw : ” Barang siapa yang melakukan iabdah haji sedang dia tidak melakukan tindakan  rafast ( melanggar aturan haji ) dan fasik, niscaya dia akan pulang ke kampungnya dalam keadaan bersih dari dosa-dosanya sebagaimana anak yang baru dilahirkan oleh ibunya ( HR Bukhari dan Muslim ) (lebih…)

DR. Ahmad Zain An Najah, MA

 
Senin, 05 Nopember 07 – oleh : admin-http://www.atdikbudcairo.org

Bangsa Indonesia kembali diharumkan dengan lahirnya seorang Doktor dalam bidang Syare’ah dari Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah  16 Januari 1971ini menikah pada tahun pada tahun 2001 dan dikaruniai 3 orang anak ; Umar, Umair dan Fatimah.

  Dalam siding Disertasinya yang berlangsung pada tanggal 21 Oktober 2007 bertepatan dengan 10 syawal 1428 H. Beliau berhasil mempertahankan Disertasinya dengan judul :

القاضي حسين وآثاره الفقهية

Qadhi Husen dan pengaruhnya dalam bidang Fiqh

   Setelah melalui proses siding Disertasi yang berlangsung 2 jam, akhirnya dewan sidang memutuskan Ahmad Zain An Najah sebagai Doktor dalam bidang Syareah dengan predikat :  Summa Cum Laude ( Martabat Asy Syaraf Al Ula ) di  Fakultas  Studi Islam Universitas  Al Azhar Mesir.

  Jenjang pendidikan SD beliau tempuh di SD  Muhammadiyah Klaten ( 1976-1982 ) jenjang SLTP di  Mtsn Surakarta ( 1983-1986 ), jenjang SLTA di MA Muallimin Surakarta  (1986-1989 ) dan jenjang S1 di Islamic University of Medina, Jurusan Syariah Islamiyah ( 1982-1996)  Selanjutnya S2 di Universitas Al Azhar Cairo fakultas Studi Islam Jurusan Syari’ah  ( 1997-2001 ) dan S3 ( 2002-2007 )

Beberapa kesan selama menempuh pendidikan Di Mesir : .

   Di Mesir, khususnya di Universitas Al Azhar, selain belajar di bangku kuliyah, kita diajarkan oleh Allah swt tentang hidup dan kehidupan. Sangatlah bahagia orang yang bisa mengambil pelajaran dari kehidupan ini, dan sangatlah merugi bagi yang ditutup hatinya dari ayat-ayat Allah Kauniyah yang terdapat di depan matanya.Kadang sesuatu yang kita benci dan tidak kita cintai justru adalah sesuatu yang sangat bermanfaat dan baik bagi kehidupan kita. (lebih…)

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PCIM Raih Gelar Doktor

http://www.pcimmesir.pandela.net- Ahad 21 Oktober 2007 bertepatan dengan 10 Syawal 1418 H, bangsa Indonesia kembali membuktikan kehebatannya melalui lahirnya seorang doktor di universitas Al-Azhar. Bertempat di aula pertemuan fakultas Dirasat Islamiyah yang berlokasi di Hay Sadis, Ustaz Zain an-Najah berhasil mempertahankan desertasinya dengan judul al-Qadhi Husain wa Atsâruhu al-Fiqhiyyah (Qadhi Husain dan Pengaruhnya dalam Bidang Fikih). Setelah melalui sidang yang cukup lama, pembimbing disertasi dan penguji bersepakat memberikan predikat Mumtaz Martabat As-Syaraf al-Ula atau Summa Cumlaude. Penulisan disertasi setebal 500 halaman ini memakan waktu kurang lebih lima tahun, yaitu dari sejak tahun 2002 sampai tahun 2007.

Keberhasilan Ustad Zain meraih gelar doktor di Universitas Al-Azhar semakin menambah panjang daftar tokoh Muhammadiyah yang pernah studi di universitas Al-Azhar. Di masa lalu, di Muhammadiyah pernah ada sosok Prof. Dr. Rasyidi alumnus universitas Al-Azhar dan sekaligus duta besar pertama RI untuk Mesir. Bapak alm. KH Azhar Basyir, MA, mantan ketua umum PP Muhammadiyah, juga pernah menamatkan studi pasca sarjana di Mesir, yaitu di fakultas Darul Ulum di Universitas Kairo. (lebih…)

BANYAK JALAN MENUJU AL AZHAR

DR. Ahmad Zain An Najah, MA

Majalah Sinar Muhammadiyah.- Edisi 42, 14 Nopember 2007 Pertama kali, sebelum sekolah di luar negri, banyak pihak yang menawarkan saya untuk melanjutkan sekolah di dalam negeri. Kebetulan pada waktu itu, saya tidak tertarik untuk melanjutkan sekolah kecuali ke luar negri, khususnya Timur Tengah. Selain untuk mencari pengalaman dan suasana baru, saya ingin belajar Islam di pusatnya langsung. Pertama kali tawaran yang datang adalah ke Kuwait, namun prosesnya menjadi gagal , karena terjadi perang Teluk . Setelah beberapa tahun berikutnya, datang tawaran ke Madinah tepatnya di Universitas Islam Madinah, dan alhamdulillah prosesnya lancar. Di Madinah, saya sempat belajar selama empat tahun, dan alhamdulillah dapat lulus dengan nilai terbaik untuk mahasiswa Indonesia dan Asean, walaupun masih dibawah mahasiswa-mahasiswa Arab. Namun, walaupun begitu, saya tidak ada kesempatan untuk melanjutkan pada jenjang selanjutnya, karena pada waktu itu Universitas Islam Madinah belum menerapkan sistem keterbukaan di dalam menerima mahasiswa pasca sarjana. Dasar pilihannya adalah loyalitas dan lobi. Alhamdulillah, setelah beberapa tahun berikutnya sampai sekarang, mulai diterapkan kebijaksaan baru dengan membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin melanjutkan pasca sarjana melalui ujian tulis dan lisan, walaupun masih ada pengaruh loyalitas dan lobi. (lebih…)

Laman Berikutnya »