Oktober 2007


SEPUTAR SHOLAT IED FITRI         

Ustadz, waktu saya kecil dulu, kita sering takbiran pada malam hari raya idul fitri. Tapi ada sebagian orang bahwa takbiran pada malam itu dilarang dan termasuk perbuatan bid’ah. Benarkah itu, dan bagaimana penjelasannya?

Jawaban :

          Setelah menyelesaikan puasa, maka disunnahkan bagi kaum muslimin untuk mengucapkan takbir, sebagai tanda syukur kepada Allah atas nikmat-Nya karena telah memberikan hidayat dan taufik-Nya kepada mereka sehingga dapat menyelesaikan ibadat puasa sampai akhir bulan. Dalam hal ini, Allah berfirman :

وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur ” ( Qs Al Baqarah : 185 ) .

          Sebagian ulama berpendapat bahwa waktu takbir dimulai sejak terbenamnya matahari dari hari terakhir Ramadhan, dalilnya adalah ayat di atas yang memerintahkan kaum muslimin untuk menyempurnakan bilangan bulan Ramadlan, dan ini bisa terlaksana dengan terbenamnya matahari pada akhir hari dari bulan Ramadlan. Dengan demikian bertakbir pada malam Iedul Fitri bukan merupakan hal yang bid’ah, karena mempunyai landasan syar’I yang diakui oleh para ulama, walaupun sebagian ulama lain berpendapat bahwa takbir dimulai pada hari Iedul Fitri ketika seseorang keluar dari rumahnya menuju lapangan untuk sholat.

          Bagaimana takbiran yang dilakukan di masjid-msjid melalui pembesar suara  atau takbiran yang dilakukan secara bersama-sama dengan naik kendaraan atau berjalan kaki mengelilingi kampung atau kota  ? (lebih…)

SEPUTAR ZAKAT FITRAH

Banyak para ustadz dan alim ulama yang menyampaikan bahwa puasa haruslah disempurnakan dengan zakat fitrah. Apa sickh manfaat zakat fitrah itu ustadz?

Jawaban :

Zakat Fitri mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah :

Pertama : Zakat Fitri merupakan salah satu bentuk solidaritas khususnya kepada fakir miskin yang tidak mempunyai makanan pada hari raya Idul Fitri.

Kedua : Zakat Fitri merupakan pembersih puasa dari hal-hal yang mengotorinya. Sebagaimana sabda Rosulullah saw :

زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

” Zakat Fitri merupakan pembersih bagi yang berpuasa dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan kata-kata keji ( yang dikerjakan waktu puasa ) , dan bantuan makanan untuk para fakir miskin ” ( Hadits Hasan Riwayat  Abu Daud )

Berkata Waki’ bin Jarrah : Manfaat Zakat Fitri untuk puasa bagaikan manfaat sujud sahwi untuk sholat, kalau sujud sahwi melengkapi kekurangan dalam sholat, maka begitu juga zakat fitri melengkapi kekurangan yang terjadi ketika puasa.

Ketiga : Zakat Fitri merupakan bentuk syukur kepada Allah swt karena telah memberikan taufik-Nya sehinga bisa menyempurnakan puasa Ramadlan .

Kapan waktu paling afdhal untuk membagi / menyerahkan zakat fitrah? Dan bagaimanakah orang yang membayarkan zakat setelah menunaikan shalat idul fitri? (lebih…)