Juni 2007


MANAGEMENT WAKTU

( Volume : 1 )

Ahmad Zain An Najah, MA*

I . Waktu Dalam Al Qur’an dan Sunnah

Dalam banyak ayat Allah bersumpah dengan waktu, seperti dalam firman-Nya :

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian ( Qs Al Ashr : 12 )

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, ( Qs Al Lail : 1-2 )

وَالضُّحَى وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى

Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap ( Qs Ad Duha : 1-2 )

Ayat-ayat di atas menunjukkan betapa pentingnya waktu dalam kehidupan manusia ini, karena Allah tidak bersumpah terhadap sesuatu di dalam Al Qur’an kecuali untuk menunjukkan kelebihan yang dimilikinya.

Bahkan dalam ayat lain Allah menegaskan bahwa dengan menggunakan waktu tersebut seorang hamba bisa mengambil pelajaran dan bersyukur, sebagaiman yang tersebut dalam firman Allah swt :

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. ( Al Furqan : 62 )

Tadzakkur berarti mengingat Allah, mengingat nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada kita, mengingat bahwa seorang muslim dalam hidupnya ini mempunyai tujuan yaitu beribadat kepada Allah swt dan memakmurkan dunia ini dengan nilai-nilai yang diletakkan oleh Allah swt, mengingat bahwa kematian adalah sesuatu yang benar-benar akan terjadi pada diri setiap manusia, sehingga dia harus mempersiapkan segalanya untuk menyambutnya. Dengan demikian tadzakkur berarti juga kesempatan untuk mengembangkan diri di dalam kehidupan ini untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi manusia, negara, bangsa dan ummat, serta di akherat nanti menjadi pendamping para nabi , syhuhada siddiqun serta sholihun di syurga . (lebih…)

BALASAN SESUAI DENGAN PERBUATAN

Ahmad Zain An Najah,MA

Wahai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang Aku anugrahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan hanya kepada-Kulah kamu harus takut

(QS Al Baqarah : 40)

Pelajaran Kesebelas :

Salah satu pelajaran penting yang bisa kita ambil dari ayat di atas adalah kita harus menyakini dan mengetahui sunatullah ( hukum-hukum Allah ) yang berkenaan dengan kehidupan manusia. Hal ini sangat penting, mengingat banyaknya manusia yang gagal di dalam menempuh cita-cita hidupnya, hanya karena tidak memahami sunatullah ini. Sunatullah ini berlaku bagi seluruh manusia, tidak membedakan antara yang muslim dengan yang kafir. Sunnatullah yang bisa diambil dari ayat di atas adalah kaidah yang berbunyi bahwa : “ Balasan Sesuai dengan Perbuatan” ( [1] ) , tepatnya dalam firman Allah : “ dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu “ maksud ayat di atas adalah : Wahai Bani Israil , jika kamu memenuhi janjimu kepada-Ku yaitu dengan melaksanakan isi dan ajaran yang terdapat dalam kitab Taurat, niscaya Aku ( Allah ) akan memenuhi janji-Ku kepada-mu, yaitu Aku akan masukkan kamu ke dalam syurga. (lebih…)