HUKUM PACARAN

Assalamua’alaikum, salam kenal mas. aq muslim yang tak mengenal islam secara mendalam. oleh karana itu aq tertarik dengan situs isalam baik. yang ingin aq tanyakan apa ada hukum “pacaran” (hubungan asmara/cinta antara pria dan wanita) tanpa ikatan pertunangan yang sedang trend bagi muda mudi Islam dewasa ini ? tlg mas coz aku butuh banget.

Komentar oleh syam | Maret 30, 2007

Assalamu’laikum Wr. Wb.

Islam telah mengatur segala urusan manusia di dunia ini secara mendetail, dan telah meletakkan batasan-batasan yang jelas tentang hubungan dua jenis laki-laki dan wanita, hal itu terlihat dalam point-point di bawah ini :

( 1 ) Untuk yang berstatus muhrim( mempunyai hubungan darah yang dekat) seperti, orang tua dan anak, antara saudara –saudara sekandung, antara paman dan keponakan-nya, maka Islam memberikan kelonggaran di dalamnya. Artinya : seorang ayah boleh tinggal bersama anak perempuannya berdua dalam satu rumah, begitu juga antara seorang laki- laki dan adiknya perempuan. Mereka juga dibolehkan untuk bepergian bersama-sama kemana saja. Itu semua untuk kemaslahatan mereka.

Sebaliknya, para muhrim tersebut dilarang untuk saling menikah, karena akan mengakibatkan mafsadah yang sangat banyak , diantaranya adalah akan menyebabkan keretakan hubungan keluarga dan anak keturunan mereka menjadi anak keturunan yang lemah fisik dan mental, bahkan bisa idiot , karena kedekatan hubungan darah tersebut.

( 2 ) Untuk yang tidak berstatus muhrim, dibolehkan bagi mereka untuk saling menikah, dan tidak dibolehkan menjalin hubungan asmara kecuali melalui ikatan pernikahan.

( 3 ) Begitu juga laki-laki dan perempuan yang sudah bertunangan, tidak boleh untuk pacaran dan berkholwat ( berduaan di tempat yang sepi ), saling menyentuh, atau pegang-pegangan karena mereka juga belum diikat dengan pernikahan. Jadi hukum pacaran tidak boleh, baik bagi yang belum bertunangan maupun yang sudah bertunangan. Karena tunangan itu hanyalah sekedar janji untuk menikah, dan belum tentu ditepati.

( 4 ) Apakah benar pacaran adalah sarana untuk saling mengenal sebelum menikah, sehingga diharapkan tidak ada penyesalan ketika sudah menikah nanti ? Jawabannya adalah tidak benar. Karena orang yang pacaran akan selalu berusaha menampilkan yang baik-baik saja kepada lawan jenisnya, dan menutupi kekurangannya. Dan tidak jarang mereka menipu dan berbohong demi menarik pacarnya, makanya kita dapatkan mereka sering bertengkar setelah menikah , karena keadaan dan watak asli dari pada lawan jenisnya akan terlihat dengan jelas.

( 5 ) Dampak negatif dari pacaran sangat banyak sekali, diantaranya adalah:

a. – Bisa terjerumus dalam perbuatan zina, dan berapa banyak para pemuda pemudi Islam sekarang yang melakukan ziina, akibat pacaran.

b. – Akan melemahkan daya kretaifitas dan menyulitkan konsentrasi, karena pikiran mereka hanya tertuju kepada pacarnya.

c. – Akan menguras harta, karena orang yang pacaran akan selalu berkorban untuk pacarnya, bahkan uang yang seharusnya untuk ditabung bisa habis untuk membelikan hadiah pacarnya.

d.- Akan menyebabkan terlambatnya studi. Banyak fakta yang menyebutkan bahwa menurunnya prosentase kelulusan para pelajar adalah akibat pacaran, mereka jarang belajar, karena jalan-jalan terus dengan pacarnya, tidak pernah beli buku, karena uangnya habis untuk membelkan hadiah kepada pacarnya dan seterusnya.

e. – Terjadinya pertengkaran dan pembunuhan, hanya karena rebutan pacar.

f. – Tidak setia dengan pasangannya jika sudah menikah, karena masing-masing ingat dengan pacarnya yang lama, dan selalu membanding-bandingkan antara suami/ istrinya yang syah dengan pacarnya yang lama.

g.- Di sana ada dampak-dampak negatif lain dari pacaran yang tidak bisa disebutkan satu-satu di sini.

Wallahu A’lam