KISAH MALAIKAT DENGAN ADAM

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُواْ لآدَمَ فَسَجَدُواْ إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
“ Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir” ( QS Al Baqarah 34 )

Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari ayat di atas diantaranya adalah :

( 1 ) KEUTAMAAN YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADA MANUSIA

Salah satu keutamaan yang dikaruniakan Allah kepada manusia adalah diperintahkannya malaikat untuk bersujud kepada Adam, bapak dari sekalian manusia. Kalau kita perhatikan dari ayat 30 surat Al Baqarah, ternyata kita dapatkan bahwa Allah swt telah memberikan kepada manusia – paling tidak – empat keutamaan, yang pertama adalah : Allah menjadikannya sebagai kholifah di muka bumi ini, kemudian yang kedua dan ketiga : Allah mengajarkannya ilmu yang sangat banyak, sehingga malaikat dan jinpun tidak bisa mencapainya, dan yang keempat adalah diperintahkannya malaikat untuk bersujud kepada Adam as.

( 2 ) PERINTAH SUJUD SEBELUM DICIPTAKAN ADAM
Perintah Allah kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam ini terjadi sebelum diciptakannya Adam as, hal ini sesuai dengan firman Allah swt :
إِنّي خالق بَشَراً مّن طِينٍ * فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُواْ لَهُ ساجدين
Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya ( QS Shod ; 71-72 )

Jelas dari ayat di atas bahwa perintah agar malaikat bersujud kepada Adam terjadi sebelum Allah menciptakan Adam as. Oleh karena itu, bisa kita simpulkan bahwa dialoq antara Allah, para malaikat serta Adam terjadi setelah para malaikat bersujud kepada Adam as.

( 3 ) MANA YANG LEBIH MULIA, MALAIKAT ATAU MANUSIA ?

Para ulama berbeda pendapat apakah malaikat lebih mulia dari manusia ataukah sebaliknya ? Tetapi kita memandang bahwa para rosul, nabi dan wali dari jenis manusia lebih utama dari para rosul dan wali dari jenis malaikat. Pandangan ini merujuk kepada beberapa dalil dari Al Qur’an dan hadist, diantaranya adalah :
1/ Perintah Allah kepada Malaikat untuk sujud kepada Adam pada ayat 34 dari surat Al Baqarah di atas. Perintah tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa Adam as lebih mulia dari para malaikat yang diperintahkan sujud kepadanya, apalagi perintah ini diikuti dengan pengajaran Allah kepada Adam tentang nama-nama .

2/ Firman Allah swt :
” إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَات أُولَئِكَ هُمْ خَيْر الْبَرِيَّة ”
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk ( QS Al Bayinah : 7 )
Ayat di atas menjelaskan bahwa sebaik-baik makhluk adalah manusia yang beriman dan mengerjakan amalan sholeh. Allah pada ayat tersebut tidak menyebutkan sebaik-baik makhluk adalah malaikat.

3/ Hadist Rosulullah saw :
وَإِنَّ الْمَلَائِكَة لَتَضَع أَجْنِحَتهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْم
« Sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayapnya sebagai tanda keridhoaan terhadap para penunutt ilmu. «

Bunyi hadist di atas serupa dengan perintah Allah kepada malaikat untuk sujud kepada Adam, karena Adam mempunyai kelebihan ilmu. Demikian juga di dalam hadist ini, para malaikat yang bertugas di muka bumi ini, meletakkan sayap-sayapnya sebagai bentuk penghormatan kepada para penuntut ilmu.
Dalam hal ini Imam Qurtubi berkata : « Jika sikap hormat seperti ini ditunjukkan kepada para pelajar dan penuntut ilmu, bagaimana kira-kira sikap mereka terhadap para ulama ? «

4/ Hadist-hadist yang menyebutkan bahwa Allah swt membanggakan jama’ah haji yang sedang wukuf di Arafat kepada para malaikat. Sebagaimana kita ketahui bahwa para jama’ah haji ketika wukuf di Arafah, mereka begitu antusias berdo’a dan berdzikir mengingat kebesaran Allah swt, serta bersimpuh menangis dihadapan Allah swt . Tentunya Allah swt bangga terhadap para hambanya yang berbuat seperti itu. Dan ini secara tidak langsung menunjukkan keutamaan manusia yang sedang melaksanakan perintah Allah dan beribadah kepada-Nya terhadap para malaikat . Karena Allah tidak membanggakan sesuatu kecuali dengan jika sesuatu itu baik dan utama.