Februari 2007


KISAH MALAIKAT DENGAN ADAM

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُواْ لآدَمَ فَسَجَدُواْ إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
“ Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir” ( QS Al Baqarah 34 )

Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari ayat di atas diantaranya adalah :

( 1 ) KEUTAMAAN YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADA MANUSIA

Salah satu keutamaan yang dikaruniakan Allah kepada manusia adalah diperintahkannya malaikat untuk bersujud kepada Adam, bapak dari sekalian manusia. Kalau kita perhatikan dari ayat 30 surat Al Baqarah, ternyata kita dapatkan bahwa Allah swt telah memberikan kepada manusia – paling tidak – empat keutamaan, yang pertama adalah : Allah menjadikannya sebagai kholifah di muka bumi ini, kemudian yang kedua dan ketiga : Allah mengajarkannya ilmu yang sangat banyak, sehingga malaikat dan jinpun tidak bisa mencapainya, dan yang keempat adalah diperintahkannya malaikat untuk bersujud kepada Adam as. (lebih…)

( 6 ) APAKAH SUJUD KEPADA ADAM TERMASUK SYIRIK ?

( Bantahan Terhadap Pendapat Ibnu Arabi )

Pertanyaan ini muncul, karena sebagian orang menganggap bahwa Iblis adalah makhluk yang paling bertauhid, karena tidak mau sujud kepada selain Allah, pendapat ini dinisbatkan kepada Ibnu Arabi , seorang sufi yang dikecam oleh banyak para ulama dan divonis sebagai orang yang sesat karena ajaran Wihdat Al Wujud-nya. Yang lebih ironisnya lagi, pendapat yang menyatakan bahwa Iblis adalah bapak tauhid juga diikuti oleh beberapa cendekiawan Indonesia. (lebih…)

NASIONALISME DAN RUNTUHNYA

KHILAFAH ISLAMIYAH

Ahmad Zain An Najah, MA

Banyak ahli sejarah menulis, bahwa fanatis kelompok termasuk di dalamnya faham Nasionalisme, merupakan salah satu sebab utama runtuhnya khilafah Utsmaniyah –benteng terakhir Islam sejak didirikan empat belas abad yang lalu-.

(1) Dalam bukunya “Daulah Utsmaniyah” Dr. Jamal Abdul Hadi, salah seorang pakar sejarah dari Mesir, menyebutkan beberapa sarana yang dimanfaatkan Yahudi Eropa untuk menghancurkan kekuatan pemerintahan Islam di Turki waktu itu. Diantaranya adalah dengan menghidupkan faham Nasionalisme.

Di dalam buku setebal 163 halaman tersebut, beliau menjelaskan permasalahan di atas sebagai berikut :

“ …mereka berusaha memporak-porandakan negeri Islam ini dari dalam, ingin menghancurkannya lewat tangan putra-putranya sendiri. Yaitu dengan cara mendukung dan membujuk partai-partai oposan, agar membentuk tandzim-tandzim rahasia dengan tujuan untuk menggulingkan pemerintahan Islam. Partai-partai oposan tersebut diantaranya adalah: Partai Pemuda, Partai Persatuan dan Pengembangan, dan Partai Kamaliyyun. Selain cara itu, mereka juga menghidupkan faham Nasionalisme di kalangan umat Islam, serta menaburkan benih perselisihan antara umat Islam dan umat agama lain. Karena dari situ akan terbuka jalan lebar bagi kekuatan asing untuk ikut campur tangan dengan dalih keamanan”. (Dr. Jamal Hadi, Daulah Utsmaniyah, juz: 2, hal. 20)

(2) Apa yang diungkapkan Dr. Jamal Hadi tersebut, dikuatkan dengan pendapat muwafik Bani Marjah. Di dalam tesisnya yang berjudul “Sultan Abdul Hamid (khilafah Islamiyah)”, penulis yang pernah melalang benua ke kota-kota di Eropa dan Arab untuk memburu data-data yang sah tentang Khilafah Utsmaniyah tersebut menjelaskan sebagai berikut : (lebih…)

 Keluarga Berkumpul di Akherat

( 7 ) Assalammu’alaikum ustadz…

saya mau bertanya tentang keluarga ustadz…
apakah benar bahwa satu keluarga bisa di kumpulkan kembali di akhirat kelak… apa dalilnya ustadz ??? dan klo boleh beri juga penjelasannya… dan ciri ciri keluarga agar bisa berkumpul kembali di akhirat itu seperti apa ??? serta bagaimana supaya keluarga kita bisa berkumpul kembali di akhirat kelak ??? (lebih…)