HAK CIPTA

( 4 ) Assalamu’alaikum wr. wb.

Ust. Zain yang saya hormati, saya ingin bertanya tentang hukum hak cipta. Telah diketahui bahwa dalam dunia pers terdapat hak cipta yang dilindungi undang-undang, seperti hak cipta program-program computer, hak cipta buku dll. Pertanyaan saya, apakah hukum melanggar hak cipta tersebut? seperti membajak program computer untuk kepentingan pribadi, atau menerjemahkan buku-buku bahasa Arab ke bahasa Indonesia untuk dicetak ? mohon dijelaskan, atas jawabannya saya ucapkan jazakallah khoirol jaza’

Pada dasarnya seorang muslim diperintahkan untuk menjaga syarat yang diletakkan saudaranya, tentunya selama syarat tersebut tidak merubah hukum yang halal menjadi haram atau sebaliknya , sebagaimana tersebut di dalam hadist ” kaum muslimin harus menjaga syarat yang ditetapkan antara mereka “.

Dengan demikian, tidak dibolehkan membajak karya orang lain tanpa seijin orang yang mempunyai hak, apalagi kalau hal itu dikomersialkan. Selain melanggar hadist di atas, dia juga telah mengambil untung dari keletihan yang dilakukan orang lain. Tetapi dalam hal ini, sebagian ulama memberikan beberapa pengecualian, diantaranya adalah membolehkan para penuntut ilmu, terutama yang tidak mampu, untuk mengopi CD-CD yang berisi ilmu-ilmu syar’I untuk kepentingan ilmu dan tidak dibisniskan .

Untuk penerjemahan, karena ini urusan bisnis dan berhubungan dengan uang, maka kami sarankan untuk meminta ijin dari penerbit awal. Ini dimaksudkan untuk menghindari pertengkaran dan supaya terhindar dari memakan barang haram. Dan alhamdulillah akhir-akhir ini antara penerbit ( pihak penerjemah dengan penerbit buku asli ) telah mengadakan nota kesapakatan . Wallahu A’lam

HUKUM MAIN CATUR DAN KARTU

(5) Awalnya saya berpandangan bahwa permainan catur dan kartu adalah boleh- boleh aja selama tidak ada taruhan uang. Akan tetapi setelah saya mendengar ada beberapa ulama yang mengharamkan secara mutlak, saya menjadi bimbang. Bagaimana menurut ustadz ? Syukran Katsiraa.

Secara umum, semua bentuk permainan yang memalingkan dari mengingat Allah dan menjauhkan dari perbuatan baik, serta membuang-buang waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaatan hukumnya haram .

Khusus permainan catur , mayoritas ulama mengharamkannya dengan alasan di atas. Alasan ini disarikan dari firman Allah swt tentang alasan pengharaman khomr dan perjudian : “Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang( QS Al Maidah : 91). Namun sebagian ulama hanya memakruhkannya. Dan sebagian yang lain membolehkannya dengan syarat tidak melalaikan kewajiban, tidak memalingkan dari dzikrullah dan hal-hal yang lebih bermanfaat serta tidak ada taruhan di dalamnya.

Khusus main kartu, sebagian ulama menyatakan bahwa main kartu ini lebih berat hukumnya dari permainan catur. Dalam suatu hadist disebutkan bahwa ” Barang siapa yang bermain kartu, maka dia telah bermaksiat kepada Allah dan rosul-Nya.” Selain itu, permainan kartu ini mendidik seseorang tidak berpikir sehat, karena isinya hanya dugaan- dugaan belaka. Madharatnya jauh lebih besar dari pada manfaatnya.

Kami menyarankan sebaiknya permainan-pemainan tersebut ditinggalkan, toh banyak permainan-permainan lain yang lebih mendidik dan bermanfaat . Wallahu A’lam

CARA MENGHILANGKAN SU-UDHAN DAN HASAD

( 6 ) Ust. Zain yang terhormat, dengan datangnya kembali bulan Ramadlan, saya ingin lebih mensucikan hati saya. Selama ini sulit bagi saya untuk menjaga hati dari prasangka buruk ( suudhan ) dan hasad. Walaupun prasangka buruk dan hasad itu tidak saya ungkapkan dalam lisan dan perbuatan, saya tetap saja merasa bersalah. Ustadz tolong beri saya tips untuk menghindarikan diri dari suudhan dan hasad , jazakumullah khoiran…

Ada beberapa cara untuk menghilangkan suudhan dan hasad

Pertama : Kita harus berkeyakinan bahwa Allah swt telah menentukan segala sesuatu di dunia ini menurut kadarnya. Dan Allah swt Maha Bijaksana di dalam semua tindakan-Nya. Dia tidak akan sekali-kali medholimi seseorang. Jika keyakinan tersebut ada di dalam jiwa kita, insya Allah rasa hasad tidak akan muncul di dalam hati kita. Karena , ketika kita melihat orang lain mendapatkan nikmat, atau berhasil dalam suatu bidang tertentu, kita akan mengatakan bahwa itu sudah ketentuan Allah dan Allah Maha Bijaksana, mengapa kita harus berhasad.

Kedua : Kita harus berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah ujian, kadang kala ujian tersebut berupa nikmat, seperti, mendapat harta yang banyak, atau mempunyai kecerdasan yang lebih. Akan tetapi kadang pula ujian itu berupa musibah, seperti, tidak naik kelas, atau terkena penyakit akut. Orang yang mendapatkan nikmat tentu akan diminta pertanggung-jawaban atas kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya…kalau memang begitu, untuk apa kita hasad terhadapnya ?, sebaliknya yang mendapatkan musibah akan diangkat derajatnya oleh Allah dan diganti yang lebih baik, jika ia menghadapinya dengan sabar

Ketiga : Kita harus menyakini bahwa Allah telah meletakan hukum alam di dalam kehidupan ini, seperti kaidah yang menyebutkan : barang siapa yang bersungguh sungguh, niscaya dia akan berhasil dan yang bermalas-malasan , niscaya akan gagal. Kalau kita mengetahui kaidah ini, kita tidak akan suudhan kepada orang lain, bahkan sebaliknya, kita akan husnudhan ( berprasangkan baik ) kepadanya dan mengatakan bahwa keberhasilan tersebut diraih dengan sungguh- sungguh. Bahkan lebih penting lagi dari itu semua, bagaimana kita bisa bersungguh-sungguh dan berhasil juga, sebagaimana orang lain juga bisa berhasil.

Keempat : Berorentasi kepada akherat. Barang siapa yang orientasi aktivitasnya ke-akherat, niscaya dia tidak akan terpikir untuk hasad kepada orang lain, karena yang penting baginya , adalah kebahagiaan di akherat kelak. Sedang hasad itu , justru akan membuatnya rugi di dunia dan di akherat.

Sebenarnya banyak tips-tips lain untuk menghilangkan hasad dan dengki, tapi yang kita sebutkan di atas insya Allah sudah bisa mewakili . Wallahu A’lam.