CAMPUR BAUR DI DALAM ORGANISASI,  HUKUM CHATING DAN VALENTINE DAY

  1. Saya seorang akhwat yang aktif di salah satu organisasi. Dalam kegiatan , saya dituntut untuk bekerjasama dengan ikhwan. Pertanyaannya, apa saja batasan antara ikhwan dan akhwat dalam kegiatan organisasi ? Atas jawaban ustadz saya ucapkan terimakasih. (Akhwat dari bu’uts putri) .

Pada dasarnya Islam tidaklah memasung kreatifitas seseorang dan tidak juga melarang sesorang untuk beraktivitas di dalam sebuah organisasi. Di sisi lain Islam juga memberikan batasan-batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya.

Diantaranya : Tidak boleh bersentuhan atau jabatan tangan, karena Rosulullah saw, tidak pernah bersentuhan tangan beliau dengan perempuan yang bukan muhrimnya. Tidak boleh kholwat ( berduaan di tempat yang sepi ), tidak boleh ikhtilath ( campur baur ) , khusus perempuan ketika berbicara dengan laki- laki hendaknya berbicara dengan pembicaraan yang sopan dan berwibawa, suaranya tidak boleh dibuat-buat sehingga merangsang syahwat lain jenis, lihat firman Allah dalam surat al Ahzab : 32.

Wallahu a’lam.

HUKUM CHATTING

  1. Chating adalah kebiasaan saya yang sulit dihilangkan. Sebenarnya, saya ingin mengubah kebiasaan tersebut. Apalagi kejelsaan hukum chating belum saya ketahui.Mohon ustadz menjelaskan hukum chating dan dimana batasannya kalau dibolehkan? Kedua, bagaimana menghilangkan kebiasaan chating? Syukran. ( Aa di H- 10 )

Chatting adalah salah satu hasil kemajuan teknologi sebagai sarana komunikasi, sebagaimana telpun, sms, email dan sarana –sarana komunikasi lainnya. Pada dasarnya hasil- hasil kemajuan ilmu pengetahuan seperti itu hukumnya mubah dan halal, sebagaimana firman Allah ( 2: 29) : ( Dia-lah Yang Menciptakan bagimu semua apa yang dimuka bumi ini ).

Hukum halal dan haram tergantung pada penggunaannya. Jika sarana tersebut digunakan untuk kebaikan, seperti berhubungan dengan keluarga dan menjalin silaturahmi serta untuk berdakwah, maka chatting dalam hal ini bukah hanya dibolehkan, tapi justru dianjurkan karena mendukung kepada terlaksananya kebaikan, bahkan pada saat-saat tertentu hukumnya menjadi wajib, seperti ketika kita tidak bisa berhubungan dengan orang tua yang ada di tanah air, kecuali lewat chating.

Sebaliknya jika chating tersebut digunakan untuk ngobrol tanpa ada tujuan dan hanya membuang- buang waktu saja, maka hukumnya makruh, karena Islam menganjurkan umatnya untuk menghargai waktu. Dan jika chatting tersebut digunakan untuk pacaran atau menipu orang lain, atau untuk merencanakan suatu kejahatan ,maka hukumnya haram.

Adapun untuk menghilangkan kebiasaan chatting, jika memang itu sebagai hobi, dalam artian hanya untuk iseng saja, atau untuk membuang-buang waktu saja, maka langkah- langkah yang hendaknya di tempuh adalah sbb : pertama , menyakini bahwa chating seperti itu tidak mendatangkan faedah, bahkan sebaliknya akan mendatangkan mudharat . Kedua, mencari sarana alternatif lainnya, yang barangkali jauh lebih efektif dan efesien , seperti email. Ketiga : gunakan waktu anda di warnet untuk mencari informasi yang bermanfaat, seperti berita tanah air, atau informasi- infomasi yang berhungan dengan keilmuan. Dan yang terakhir ini , Alhamdulillah sudah semakin banyak di temukan di internet, sehingga banyak membantu para pelajar. Wallahu a’lam

HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE

( 3) Ust. Zain yang terhormat seperti yang kita ketahui tanggal 14 pebruari adalah hari Valentine ( kasih sayang ) yang tidak asing lagi bag kita, bahkan belajar muslim yang ada di Indonesia merayakannya. Ada dua hal yang ingin saya tanyakan , yang pertama : apa hukum memperingati hari tesebut dengan maksud meningkatkan kasih saying terhadap orang lain dengan saling membri hadiah misalnya dll.kedua , bagaimana sejarah Valentine tersebut , terimakasih ? ( indra di Makram )

Hari Valentine , sebenarnya adalah hari rayanya orang- orang non muslim, oleh karenanya tidak dibolehkan seorang muslim ikut merayakannya, sebagaimana Firman Allah ( 109 : 6) ( Bagimu agamamu dan bagi-ku agamaku ).

Allah juga berfirman ( 25 : 72 ) ( Yaitu orang- orang yang tidak menghadiri ” al zuura “- yaitu perayaan-perayaan orang- orang musyrik -) .

Adapun untuk mengungkapkan kasih sayang sesama teman dengan memberikan hadiah kepadanya umpamanya, hal tersebut tidak harus dilaksanakan pada 14 Februari , tetapi bisa dilakukan kapan saja. Perlu diingat juga, bahwa kasih sayang yang dianjuran Islam bukanlah seperti kasih sayang dalam hari valentine, yang cenderung hura-hura dengan melakukan pacaran atau bermesraan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya. Tetapi kasih sayang yang diajarkan Islam adalah kasih sayang terhadap sesama muslim, terhadap orang-orang yang lemah, fakir miskin , dan anak-anak kecil bahkan kepada hewan juga. Adapun sejarah valentine sendiri sebenarnya ada beberapa persi , diantaranya bahwa Hari Valentine pada asalnya adalah festival bangsa Roma yang diadakan pada tanggal 15 Pebruari untuk memuja dewa Lupercus – dewa pelindung tanaman obat dan hasil bumi. Dalam pesta tersebut, mereka memohon kesehatan yang baik dan kesuburan bagi mereka dan ternak-ternak mereka. Selama perayaan, pemudi-pemudi Roma menempatkan nama-nama mereka ke dalam sebuah kendi besar. Lalu para pemuda menarik undian nama-nama gadis yang akan menjadi pasangan mereka, serta menempelkan nama gadis tersebut di
lengan baju mereka. Pasangan-pasangan tersebut akan saling bertukar hadiah.
Para wanita akan menerima sarung tangan harum atau perhiasan-perhiasan mahal. Setelah bangsa Roma menjadi kristen, para rohaniwan menggeser 1 hari ke belakang, dan menggunakan tanggal 14 Pebruari sebagai hari kasih sayang untuk memperingati 2 orang martir yang bernama Valentino.

Valentino yang pertama, dihukum mati oleh Kaisar Claudius II pada tanggal 14 Pebruari, 270. Kaisar ini manganggap bahwa bala tentaranya akan makin besar dan kuat jika orang-orang tidak menikah, sehingga keluar larangan bagi pria untuk menikah dan tinggal bersama keluarga. Valentino melanggar larangan itu dengan menikah dengan seorang gadis pilihannya. Valentino kedua adalah seorang Bishop dari Terni.Dua martir ini lalu diberi gelar Santo karena pengorbanannya dan disebut sebagai Santo pelindung bagi pasangan yang sedang jatuh cinta. Perlu diketahui bahwa bahwa tanggal 14 Fepbruari adalah hari jatuhnya kota Cordova di Andalus dan St. Valentino ini pula merupakan seorang paderi utama yang hidup pada zaman pemerintahan Ratu Isabella dan merupakan antara orang terpenting yang ikut menjatuhkan kota Cordova, apakah kita akan bersenang-senang dengan jatuhnya salah satu kota kebanggan umat Islam ?.

Wallahu a’lam

About these ads