بسم الله الرحمن الرحيم
Khutbah Idul Adha 1427 H
MENGAMBIL TELADAN
DARI KISAH NABI IBRAHIM A.S
Ahmad Zain An Najah, MA
KHUTBAH PERTAMA :
Ma’asyira Al Muslimin yang dirahmati Allah …
Marilah pada pagi hari ini, kita tingkatkan rasa ketaqwaan kita kepada Allah swt , seraya bersyukur kepada-Nya bahwa sampai saat ini kita masih diberi kesehatan dan kesempatan sehingga bisa menunaikan ibadah sholat Idul Adha yang diberkati oleh Allah swt ini.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah bersama –sama, kita merenungi firman Allah swt, sebagaimana yang tersebut di dalam Surat Al Shofat : 99- 111, tentang kisah nabi Ibrahim as. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah beliau, untuk kemudian kita jadikan bekal di dalam mengarungi kehidupan ini. Sungguh sangat benar apa yang difirmankan Allah swt :
“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan-nya “ ( QS Al Mumtahanah : 4 ) (lagi…)
KEKUATAN SEDEKAH(1)
Ahmad Zain An Najah,MA
Allah berfirman :
لَن تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ“
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya “ ( Al Baqarah : 93 )
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari ayat di atas, diantaranya adalah :
( 1 ) TEORI KEKEKALAN ENERGI
Pada ayat di atas, Allah swt meletakkan suatu kaidah yang sangat penting sekali di dalam kehidupan manusia. Kaidah tersebut adalah “ bahwa manusia ini tidak akan mendapatkan kebahagian dan keberhasilan di dalam kehidupannya baik sewaktu di dunia ini maupun di akherat nanti, kecuali jika ia mau mengorbankan apa yang dicintainya demi kehidupan manusia itu sendiri. “
Hal itu sangat terlihat jelas pada ayat di atas. Kita dapatkan di dalamnya, bahwa Allah swt memberikan syarat bagi setiap manusia yang ingin mendapatkan kebaikan -dan tentunya keberhasilan – untuk terlebih dahulu memberikan kepada orang lain sesuatu yang dicintainya, yang kemudian kita kenal dengan istilah infak dan sedekah. (lagi…)
HADITS AHAD, HUJJAH DALAM AQIDAH
( Mengkaji Ulang Rumusan Majlis Tarjih 1929 )
Ahmad Zain An-Najah, MA
Syarekat Muhammadiyah dengan ruh tajdidnya, tidak pernah lepas dari slogan yang selalu menempel padanya , yaitu kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah. Bahkan, karena semangatnya kembali kepada kedua sumber hukum tadi, Muhammadiyah memploklamirkan dirinya untuk tidak terikat dengan suatu madzhab, karena madzhabnya adalah Al Qur’an dan Sunnah. Tentunya prinsip di atas patut kita dukung bersama, karena memang demikian seharusnya setiap muslim untuk bersikap. Salah satu bentuk dukungan atas prinsip itu, yaitu mengingatkan Syarekat ini, jika manhaj atau prinsipnya bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunnah. (lagi…)
ILMU LADUNI DALAM ISLAM
قَالُواْ سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَا إِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” ( QS Al Baqarah : 32 )
Diantara pelajaran yang bisa diambil dari ayat di atas adalah :
Bahwa semua ilmu yang dimiliki makhluq hidup di bumi dan di langit adalah ajaran dari Allah swt, termasuk ilmu yang dimilki oleh manusia. Dengan demikian, kita katakan bahwa semua ilmu yang dimiliki oleh manusia adalah Ilmu Laduni, yaitu ilmu yang berasal dari Allah swt . Timbul suatu pertanyaan, apa sebenarnya hakikat ilmu laduni menurut pandangan Islam ? apakah seperti yang sering di pahami orang-orang sufi selama ini atau ada arti lain yang lebih benar.
(lagi…)
PERAN ETIKA DALAM PEMBANGUNAN BANGSA
Ahmad Zain An Najah, MA •
” Tegak rumah karena sendi, Runtuh sendi rumah binasa, Sendi bangsa ialah budi, Runtuh budi runtuhlah bangsa “
Etika ( atau ‘ethos’ dalam bahasa Greek ) adalah salah satu unsur penting dalam proses pembangunan dan reformasi sebuah bangsa. Tanpa etika, sebuah bangsa yang besar akan tumbang. Sejarah telah mencatat bangsa- bangsa besar yang telah mampu membangun peradaban yang tinggi, tiba- tiba hancur berkeping-keping ketika sebuah etika sudah tidak diperhatikan di dalamnya. (lagi…)
ILMU DAN PENGARUHNYA
DALAM KEBANGKITAN UMAT
وَعَلَّمَ آدَمَ الأَسْمَاء كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلاَئِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاء هَـؤُلاء إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
“ Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”( QS Al Baqarah : 31 )
Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari ayat di atas :
- Pelajaran Pertama : Bahwa bahasa merupakan sesuatu yang « taufiqiyah « , yang berarti Allah-lah yang mengajarkannya kepada manusia, tanpa itu, manusia tidak akan bisa berbahasa dan mengenal benda-benda yang ada disekitarnya. Kemudian setelah itu, manusia mengembangkannya lewat pengalaman dan pelajaran. Dan itupun tidak lepas dari bimbingan Allah swt. (lagi…)
Posted by ahmadzain under
Aqidah [4] Comments
ILMU FIRASAT DALAM ISLAM
Ahmad Zain An Najah, MA
اتقوا فراسة المؤمن ، فإنه ينظر بنور الله
“ Hati- hatilah dengan firasat orang yang beriman, karena dia melihat dengan cahaya Allah “
( HR Tirmidzi dengan sanad lemah ,dalam Al Sunan, Kitab : Tafsir, Bab : Tafsir surat Al Hijr ( hadits 3127 )
Pengertian Firasat
Firasat , kalau kita kaji dengan teliti, ternyata terdapat di dalam ajaran Islam. Dalilnya, selain hadits di atas, adalah beberapa ayat Al Qur’an yang menyentuh masalah firasat tersebut, diantaranya adalah firman Allah:
إن في ذلك لآيات للمتوسمين
“ Sesungguhnya pada peristiwa itu terdapat tanda- tanda bagi orang – orang yang “ Al Mutawassimin “ ( QS Al Hijr : 75 )
Al Mutawasimin menurut pengertian ulama adalah orang-orang yang mempunyai firasat, yaitu mereka yang mampu mengetahui suatu hal dengan mempelajari tanda-tandanya. (lagi…)
Posted by ahmadzain under
Islam dan Politik 1 Comment
PERPOLITIKAN ISLAM INDONESIA
( Sebuah Tinjauan Syare’at )
Ahmad Zain An Najah , MA
MUQADDIMAH
Pertarungan antara kebenaran dan kebatilan , adalah sunatullah dan keniscayaan yang tidak bisa di hindari lagi. Agama Islam bagi kaum muslimin adalah kebenaran yang harus diperjuangkan dan harus ditegakkan , baik pada tataran individu, masyarakat , maupun negara. H. Omar S.Cokroaminoto pernah menulis : “ ..Tak boleh tidak , kaum muslimin mesti mempunyai kemerdekaan umat atau kemerdekaan kebangsaan ( nationalle vrijheid ) dan mesti berkuasa atas negri tumpah darah sendiri “. (lagi…)
Posted by ahmadzain under
Hukum Islam [12] Comments
CATATAN RINGAN TENTANG
JILBAB DAN CADAR
Ahmad Zain An Najah, MA
Akhir- akhir ini bentuk pakaian, sering dibicarakan orang, bahkan oleh sebagian orang, bentuk dan mode pakaian dinilai sebagai barometer keimanan, atau ciri khas dari kelompok tertentu. Pandangan semacam ini, mungkin saja ada benarnya, walaupun tidak secara mutlak. Seseorang yang berpakaian compang-camping dan tidak terurus, menandakan bahwa dia adalah orang miskin atau orang gila. Kalau kita dapatkan seseorang menggunakan pakaian jaket yang tebal, kita akan menduga bahwa dia sedang kedinginan. Ketika seseorang hendak pergi ke kantor ataupun sekolah, tentunya dia akan menggunakan pakaian kantor ataupun seragam sekolah, dan masing-masing tingkatan dalam sekolah mempunyai ciri khas tertentu. Begitu juga polisi yang bertugas, dan tentara yang sedang latihan, masing-masing mengenakan seragam yang sesuai dengan tugasnya masing-masing.
(lagi…)
Posted by ahmadzain under
Aqidah [94] Comments
SANG KYAI DAN ILMU PUTIH
Ahmad Zain An Najah, MA
Di akhir kepemimpinan presiden Soeharto, terjadi pembantaian ulama dan kyai di daerah Jawa Timur. Tragedi pembantaian tersebut masih belum sirna dari ingatan kita. Sebagai kaum muslimin , banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran . Namun pada tulisan ini, ada point penting yang mungkin belum tersentuh oleh banyak pengamat. Masalah tersebut adalah ilmu putih, sebuah ilmu unik yang yang dimiliki oleh beberapa kyai di tanah Jawa , ilmu ini sering digunakan ketika terjadi bentrokan antara kelompok hitam ( para penjahat ) dan kelompok putih ( sebagian orang-orang pesantren )
Bagi kita kaum muslimin, sudah sepakat bahwa ilmu hitam merupakan bagian dari alam hitam yang tidak boleh didekati. Tapi untuk ilmu putih, sebagian kaum muslimin Indonesia masih menganggapnya suatu ilmu biasa, yang setiap orang boleh mempelajarinya. Alasan mereka, bahwa ilmu putih adalah ilmu untuk menegakkan kebenaran, membela yang lemah dan menjaga diri dari serangan- serangan orang-orang jahat. Mereka tidak mau tahu bagaimana cara- cara mendapatkan imu putih tersebut, atau mungkin sebagian dari mereka memang tidak tahu cara- cara tersebut. (lagi…)